|
Setelah sebelumnya ada lelang pulau di Indonesia, kini ada yang menjual benda bersejerah, yakni patung Sudirman dan rumah Jawa kuno. ADALAH blog http://lelang bendaantik. blogspot. com/dan http://dilelang. multiply.com yang memuat berita lelang patung Jenderal Sudirman dan rumah Jawa kuno bersejarah. Dalam blog http://lelangbendaantik.blogspot.com tertera tulisan ‘Dilelang’ rumah Jawa kuno dan patung perunggu bersejarah. Dalam situs itu tertulis kalau patung Jenderal Sudirman ini merupakan monument Jenderal Sudirman yang dibangun dan dibiayai sendiri oleh almarhum Roto Suwarno, di Bukit Gandrung Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur. Ada gambar patung Jenderal Sudirman yang diposting Sabtu, 29 Mei 2010. Di bawah tulisan tersebut, masih ada gambar patung Jenderal Sudirman dengan keterangan berbahasa Belanda.
Di sebelah gambar tersebut tertulis ‘Dijual secara lelang, patung perunggu bersejarah setinggi 8 meter. Patung karya seniman Saptoto tersebut saat ini berdiri megah di kawasan wisata bertaraf internasional di Desa Pakis Baru, Kecamatan Nawangan, Kabupaten Pacitan. Kepada peminat bisa silakan mengirimkan penawaran melalui email:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
Tidak ada nomor telepon yang tercantum di situs tersebut. Sedangkan di blog http://dilelang.multiply. com terpajang gambar rumah Jawa kuno dan patung Sudirman. Kedua gambar tersebut diposting tanggal 13 Juli 2010. Tampak sebuah rumah jawa limasan kuno dengan halaman yang cukup luas ditanami rumput nan hijau. “Kami jual beserta pekarangan seluas 5.000 M2 dan segala isinya yang terdiri dari benda benda bersejarah perjuangan terbentuknya Republik Indonesia,” kata pelelang yang ada di situs tersebut. Dalam keterangannya, rumah itu terdiri dari dua unit bangunan berbentuk limasan ukuran 9 meter kali 12 meter. Masih sama dengan situs sebelumnya, situs ini juga tak mencantum nomor telepon yang jelas. Hanya email
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
untuk menghubungi pihak pelelang. Menurut Andi Buwono, juru bicara Yayasan Roto Suwarno, pelelangan tersebut merupakan bentuk protes keluarga almarhum Roto Suwarno sebagai pemilik kawasan atas ketidakjelasan pengelolaan situs bersejarah tersebut. “Kita mau sentil pemerintah bahwa ini kepemilikannya masih 100 persen di kita dan selama ini belum ada tindak lanjut mengenai penyelesaian kepemilikan,” ujar Andi Buwono, Sabtu (17/7). Andi mengakui, selama ini pernah terlibat pembicaraan dengan pemerintah terkait masa depan kawasan yang telah ditetapkan menjadi obyek wisata sejarah tersebut. Namun upaya itu masih menemui jalan buntu. Oleh karena itu, pihaknya menunggu respons pemerintah. “Kalau tidak ada penyelesaian segera, kita berhak dong mau lelang, mau gadaikan atau jual sekalipun,” tandasnya. Pernyataan itu, kata Andi bukan semata ditujukan kepada pemkab sebagai pemegang otoritas wilayah, namun juga kepada pemerintah pusat. Selain terdiri dari patung perunggu setinggi 8 meter yang terletak di puncak Bukit Gandrung, juga terdapat rumah bekas markas gerilya. Bangunan rumah Jawa kuno itu berada di Dusun Sobo, sekitar 1 kilometer dari lokasi patung. Pemerintah Kabupaten Pacitan mengaku belum tahu menahu soal kabar lelang tersebut. Sebelumnya, sempat ada permintaan dari ahli waris supaya pemerintah mengganti tanah seluas 10 hektar tempat patung dan rumah Jenderal Sudirman tersebut sebesar Rp 40 Miliar. Namun Pemkab belum bisa meluluskannya. “Tentunya jadi pikir-pikir lagi. Terlalu besar nilainya. Uang dari mana segitu,” ujar Kabag Humas Kabupaten Pacitan, Endang Surjasri, Sabtu (17/7). Menurut Endang, memang pemilik tanah tersebut pernah membuat surat secara resmi kepada Pemkab. Isi surat tersebut menyatakan kalau sewaktu-waktu tanah tersebut diperlukan oleh negara, maka akan dikembalikan lagi ke negara. ■ Moh Anshari |