|
Argentina akhirnya melegalkan perkawinan sesame jenis. Dengan begitu, sekaligus menjadikan satu-satunya negara di Amerika latin yang membolehkan kaum lesbian dan gay berkeluarga. BUKAN hanya itu. Mereka juga berhak atas hakhak, perlindungan atau perlakuan sama dengan warga negara lainnya. Setelah melalui perdebatan maraton, Kamis (15/7) akhirnya undang-undang baru ini disahkan. Sebanyak 33 pengacara mendukung, 27 menolak, tiga abstain. Voting dilakukan di senat Argentina pekan lalu hingga pukul 4 subuh waktu setempat. Sebelumnya, majelis tingkat rendah sudah menyetujuinya dan Presiden Cristina Fernandez mendukung.
Pemberlakuan UU baru ini dipastikan bakal memicu gelombang pernikahan sesama jenis besar-besaran di negara tersebut. Bahkan, melebih tempat-tempat lain. Meloloskan peraturan kontroversi bukan pekerjaan gampang. Soalnya pihak Katolik Roma dan kalangan kalangan gereja mengerahkan 60 ribu orang serta sekolah-sekolah untuk berunjuk rasa menentangnya. Kardinal Jorge Mario Bergoglio menyatakan, kebijakan ini merupakan kekalahan bagi semua orang serta pukulan bagi anak-anak yang berhak mendapatkan pendidikan serta diasuh oleh ayah dan ibu mereka. Sebelum diketuk palu, diketahui ada sembilan pasangan homo melangsungkan pernikahan di Argentina. Mereka membujuk hakim konstitusi demi meraih hakhak individu. Namun, akhirnya diketahui pernikahan beberapa pasangan dinyatakan tidak sah. Ketika perdebatan penentuan UU yang berlangsung selama 16 jam, di luar gedung kongres di Buenos Aires gelombang unjuk rasa baik dari pendukung dan penentang terjadi. “Pernikahan antara sesama wanita dan pria sudah terjadi berabad-abad lamanya. Dan hal itu perlu dilestarikan,” desak Senator Juan Perez Alsina, pendukung loyal presiden. Senator Norma Morandini membandingkan perlakuan diskriminatif terhadap kaum lesbian dan gay dengan rezim militer Argentina beberapa decade lalu. “Yang membentuk kita adalah kemanusiaan, dan apa pun yang menentang kemanusiaan adalah bentuk intoleransi,” ujarnya. Di negara-negara lain di Amerika Latin, sejumlah perserikatan kaum lesbi dan homo sudah dilegalkan. Misalnya saja di Meksiko, Brasil dan Uruguay. Bahkan, pengadilan konstitusi Kolombia memberikan jaminan terhadap perkawinan sesame jenis. Mereka juga berhak mendapatkan asuransi kesehatan. Tapi, ‘terobosan’ yang dilakukan Argentina menjadikan satu-satunya negara di Amerika Selatan yang melegalkan perkawinan sesama jenis (dari mana pun pasangan tersebut berasal), memberikan hak penuh serta tanggung jawab sama dengan warga Argentina lain. Termasuk hak berserikat, mengadopsi anak dan mewariskan kekayaan. Para pengacara gay meyakini gebrakan di Argentina merupakan momentum bersejarah dan bisa memicu hal serupa terjadi di negara-negara lainnya di dunia. “Voting bersejarah ini menunjukkan bahwa Katolik Argentina sudah berubah dari kediktatoran menjadi lebih demokratis. Kemudian, hal ini menunjukkan sejauh mana kebebasan menikah telah terjadi,” kata Evan Wolfson. Dari pihak penentang, seorang guru, Eduardo Morales mengatakan bahwa legislatif telah diracuni oleh kelompok tertentu di Buenos Aires. ‘’Mereka menginginkan kota ini berubah menjadi kota homo dunia,’’ tegas Morales. Ines Franck, direktur komunitas Familias Argentinas, menyatakan legislatif telah melanggar tradisi. ‘’Ini bukan diskriminasi karena esensi dari keluarga adalah pernikahan antara orang berlainan jenis. Di luar itu, merupakan pelanggaran hukum dan melawan alam.” ■ Charly Samosir
 |