|
Tak hanya di Indonesia, keberadaan Amdocs juga menjadi perbincangan di negara-negara lain karena kemisteriusan perusahaan tersebut. AMDOCS didirikan tahun 1982 dengan nama Aurec Information and Directory Systems dan berganti nama menjadi Amdocs pada tahun 1995. Tiga tahun kemudian terdaftar di New York Stock Exchange. Awalnya, Amdocs berbasis di Ra’anana, Israel, di mana hingga kini sebagian besar aktivitas riset dan pengembangan berjalan dengan hampir separuh dari total karyawannya. Amdocs kemudian memindahkan pusatnya ke Chesterfield, Missouri, Amerika Serikat. Situs Jobvent.com, situs yang mereview tempat pekerjaan, memberikan gambaran lebih jelas tentang keisraelan perusahaan ini. “Jika kita baca komentar-komentar orang-orang yang pernah bekerja di sana, terlihat jelas bahwa perusahaan ini memang sejatinya sebuah perusahaan Israel,” tulis Jobvent.
Tak hanya Jobnet, beberapa sumber juga menyebutkan bahwa Amdocs adalah perusahaan Israel. Mereka antara lain situs portal bisnis Allbusiness.com, dimiliki oleh The Dun & Bradstreet Corporation. Pada 1 Februari 2000 mereka membuat artikel berjudul “Shortage Of Software Professionals Forces Amdocs To Head For Ireland” yang menyatakan Amdocs Ltd sebagai salah satu perusahaan software management telekomunikasi Israel yang paling cepat pertumbuhannya. Situs portal teknologi Tmcnet. com, dimiliki oleh Technology Marketing Corporation yang berdiri sejak tahun 1972, melaporkan pada berita tanggal 3 Januari 2010 bahwa Indonesia memang tidak memboikot Amdocs Ltd, tapi karena alasan yang salah. Hal itu terjadi setelah dubes AS menginformasikan kepada Menkominfo bahwa Amdocs adalah perusahaan AS. Dalam paragraf yang sama Tcmnet menyatakan, meskipun Amdocs dijalankan oleh orang Israel dan dianggap sebagai perusahaan Israel, ia terdaftar di Channel Islands dan bermarkas di St Louis, Missouri. Tmcnet mengutip pernyataan di atas dari situs berita dan teknologi Israel sendiri, Globes.co.il, “Although Amdocs is run by Israelis and is considered an Israeli company, it is registered in the Channel Islands and headquartered in St. Louis, Missouri.” Situs berita Newsmax.com yang berbasis di Florida, AS, melaporkan dalam artikel “FBI Investigates Foreign Spy Ring –U.S. Companies Deny Involvement”, pada tanggal 16 Januari 2002, bahwa FBI menyelidiki kegiatan spionase terhadap sistem penyadapan telepon dari penegak hukum AS, yang melibatkan hampir 100 orang warga negara Israel yang memiliki hubungan dengan dinas militer luar negeri dan intelijen. Kegiatan spionase itu dilaporkan melibatkan pegawai dari dua perusahaan yang melakukan penyadapan untuk penegak hukum AS di tingkat lokal, negara bagian, dan federal, yaitu Comverse Infosys dan Amdocs. Namun, kedua perusahaan itu membantah keterlibatan di dalam tuduhan mata-mata itu. Televisi Foxnews pada tahun 2002 juga melaporkan dalam sebuah reportase tentang keterlibatan warga Israel dalam kegiatan mata-mata di AS. Dalam sebuah video cuplikan rekaman investigasi Foxnews yang dimuat di situs Youtube.com, reporter investigator Carl Cameron menyebutkan Amdocs sebagai sebuah perusahan telekomunikasi swasta yang berbasis di Israel. Dalam rekaman tersebut, Carl Cameron menyatakan “Most directory assistance calls, and virtually all call records and billing in the U.S. are done for the phone companies by Amdocs Ltd., an Israeli-based private telecommunications company.” Di situs Amdocs sendiri, mereka mengakui sebagai angota pendiri High-Tech Industry Association (HTIA) dan menjadi anggota direksinya. HTIA adalah asosiasi industri berteknologi tinggi di Israel, yang konferensinya pada bulan Juni tahun 2010 ini dibuka langsung oleh PM Israel Benjamin Netanyahu sebagaimana dilaporkan oleh situs kementerian luar negeri Israel sendiri. Di Irlandia, Amdocs bahkan pernah ditolak.Tiga orang politisi Irlandia dari Socialist Workers Party (SWP), yaitu Proinsias De Rossa MEP, Chris Andrews TD, dan Richard Boyd Barrett, menyerahkan petisi kepada Eircom, perusahaan telekomunikasi terbesar di Irlandia agar menolak kerjasama dengan konsorsium yang dipimpin oleh IBM, karena di dalamnya terdapat Amdocs, perusahaan penyedia billing system dari Israel. Petisi ini dikumpulkan oleh Kampanye Solidaritas Irlandia Palestina (IPSC) dan Gerakan Anti Perang Irlandia (IAWM). Ini dilaporkan oleh situs resmi SWP. Situs SWP selanjutnya menjelaskan bahwa Amdocs adalah penyedia software dan layanan billing dan operational support systems, yang juga adalah “key player” dalam ekonomi Israel dan didukung oleh pemerintah Israel. Amdocs memiliki basis pekerja di Israel dan sudah menyatakan dukungannya atas apa yang disebut “kebijakan keamanan” dari pemerintah Israel. ■ Sri Widodo/Dari Berbagai Sumber
 |