Indonesia-Monitor.Com
HIMPUNAN Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dengan tegas menolak kenaikkan tarif dasar listrik (TDL) buat industri kecil menengah (IK) dan usaha kecil menengah (UKM). Soalnya, kenaikkan ini akan memicu peningkatan pengangguran “Kenaikkan ini akan sangat memukul IKM dan UKM,” kata Ketua Umum HIPMI dan anggota Komisi Ekonomi Nasional (KEN) Erwin Aksa di Jakarta, Selasa (29/6).
Sebagaimana diketahui, awal Juli besok, pemerintah akan menaikkan TDL. HIPMI mengkhawatirkan, kenaikkan ini dapat berdampak negatif bagi perekonomian, apalagi akan disusul oleh kenaikkan harga gas. “Tentu komponen biaya listrik membuat biaya produksi semakin menggelembung sementara insentif ke UKM dan IKM ini masih minim,” tegas Erwin.
Sedangkan Ketua Bidang Energi BPP HIPMI Dave Laksono meminta agar pemerintah dan PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) meningkatkan kenaikkan TDL hanya untuk segmen menengah atas saja. “Jadi segmen-segmen produktif dan mikro seperti UKM dihindari. Ini sudah sangat memberatkan,” tegas Dave.