|
Siang ini sekitar 150 mahasiswa yang tergabung dalam Jaringan Mahasiswa Nasionalis (Jaman) akan menggelar aksi unjuk rasa di kantor pusat Bank HSBC Indonesia di Gedung World Trade Center (WTC), Jl Sudirman, Jakarta Selatan.
Indonesia-Monitor.Com
Mereka mendesak agar Bank HSBC tak lagi menerapkan kebijakan diskriminatifnya, yakni menghentikan pemberian kredit kepada industri minyak sawit nasional. Hal ini dilakukan HSBC karena “termakan” kampanye hitam LSM Greenpeace yang menuding produksi minyak sawit nasional tidak ramah lingkungan. “Ini sangat aneh.Bank skala internasional seperti HSBC termakan oleh kampanye hitam Greenpeace yang belum tentu kebenarannya. Kami curiga, ini permainan kekuatan neokolonialisme untuk melemahkan industri sawit nasional,” ujar Koordinator Aksi, Agus, dalam rilis yang dikirim ke redaksi Indonesia Monitor, Selasa (11/5). Jika kondisi ini terus berlanjut, kata Agus, bukan tidak mungkin industri sawit nasional akan gulung tikar dan pada gilirannya akan menyengsarakan rakyat Indonesia. “Bank-bank internasional jangan hanya mencari untung di sini tanpa memikirkan nasib rakyat Indonesia,” tegasnya. Padahal, lanjut Agus, pembiayaan di sektor sawit masih cukup prospektif. Permintaan kredit di sektor ini masih besar dengan kualitas kredit cukup sehat. Kredit perkebunan sawit juga tidak ada masalah. “Makanya, kami curiga ada kepentingan neokolonialisme yang menyusup ke sektor ini,” ungkapnya. Dalam unjuk rasa yang direncanakan mulai pukul 13.00 WIB itu, massa Jaman akan menggelar aksi penggembokan (penyegelan) kantor HSBC dan penyerahan bebek sebagai simbol agar HSBC jangan jadi antek Greenpeace dan neokolonialisme. Selain itu, mereka menyerukan tiga tuntutan. Pertama, menolak diskriminasi yang dilakukan HSBC, terhadap produksi sawit nasional. Kedua, mendesak HSBC untuk kembali mendukung produksi sawit nasional. “Ketiga, jika tuntutan tersebut tidak dipenuhi, kami mendesak untuk dilakukan nasionalisasi terhadap HSBC dan bank-bank asing yang yang tidak mendukung industri sawit nasional, atau mengusir mereka dari Indonesia,” ujarnya. Massa Jaman merupakan gabungan dari berbagai elemen mahasiswa dari HMI, PMII, GMNI, BEM Unisma, BEM MP, Univ Asy-Syafiiyah, UIJ, UBK, Univ Az-Zahra, Univ Jayabaya, BSI, Univ Ibnu Chaldun, Unas, dan UIN. ■ Ishak Pardosi |