|
PT Alhijaz Indowisata yang berdiri pada Oktober tahun 2000, awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan booking tiket Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ke Timur Tengah oleh PJTKI PT Alhijaz Indojaya.
ALHIJAZ TOUR & TRAVEL
SETELAH dianggap perlu mengembangkan usahanya, terutama di bidang tours & travel, maka pada sekitar tahun 2003 dibuatkanlah surat izin dari Departemen Pariwisata Republik Indonesia atas nama PT Alhijaz Indowisata Tours & Travel. Bidang usahanya antara lain melayani tiketing domestik dan internasional, serta tour domestik dan internasional. Sekaligus juga mendaftarkan diri sebagai anggota penuh ASITA dan IATA. Seiring berjalannya waktu dan meningkatnya pasar perjalanan haji dan umrah, maka pada awal tahun 2005, mengajukan izin ke Departemen Agama Republik Indonesia. Setelah mengantongi surat ijin umrah, kemudian mendaftarkan diri sebagai anggota AMPUH (sekarang telah dilebur dan menjadi HIMPUH). “Untuk izin hajinya, masih dalam proses di Departemen Agama. Makanya, dalam pengelolaan perjalanan haji, Alhijaz Tours & Travel kami masih berkonsorsium dengan perusahaan lain,” kata Direktur Operasional Alhijaz Indowisata, Abdul Gofur. Meski demikian, menurut Gofur, Alhijaz selalu berusaha memberikan yang terbaik bagi jamaah yang menggunakan jasanya. Saat ini Alhijaz lebih banyak menerima jamaah untuk umroh, terbukti pada tahun 2009 telah memberangkatkan sekitar 350-400 jamaah. Banyaknya jamaah yang diberangkatkan terlihat dari laporan perjalanan jamaah umroh yang harus diketahui oleh pihak Departemen Agama dan Konjen Haji di Arab Saudi. Sedangkan untuk jamaah haji, pada tahun 2009 Alhijaz telah memberangkatkan 50 orang. Gofur yang ditemui di Graha Alhijaz Lt. 3 Jl. Dewi Sartika No. 239 A, Cawang Jakarta Timur 13630 mengakui, hingga kini Alhijaz masih tetap melakukan konsorsium dengan travel haji resmi lain untuk memberangkatkan jamaah haji. Sebab, izin Haji yang diajukan oleh Alhijaz belum dikeluarkan oleh Departemen Agama. Namun, untuk memberikan pelayanan yang lebih mudah dan praktis, pihaknya telah menyediakan sistem online bagi jamaah yang ingin menggunakan jasa Alhijaz Indowisata, terutama untuk perjalanan umrah. “Sedangkan bagi yang ingin menjalankan ibadah haji, maka akan diberitahukan terlebih dahulu bahwa kami masih konsorsium dengan travel agen haji resmi yang lain,” ungkap Gofur. Menurut Gofur, untuk melaksanakan perjalanan ibadah haji setiap calon jamaah memang harus mengantri terlebih dahulu. Kondisi ini ada baiknya, karena bisa membuat jamaah lebih siap di saat menjalankan ibadah haji di Tanah Suci. Apalagi ibadah haji bukan hanya sekedar ibadah badaniah, tapi juga riklah muhibah, dimana harus siap secara fisik, mental dan sebagainya, karena jika tidak benar-benar siap, maka tidak akan maksimal saat melaksanakan rangkaian proses ibadahnya. Gofur menjelaskan orientasi Alhijaz dalam menjalankan biro travel haji dan umroh bukan untuk mencari profit semata, tapi lebih mengedepankan kenyamanan bagi jamaah dalam menjalankan ibadah. “Kami lebih mengutamakan kenyamanan dan pelayanan kepada jamaah,” aku Gofur. Sebagaimana biro perjalanan haji dan umrah lainnya, Alhijaz pun mewajibkan jamaah untuk melakukan manasik, meskipun jamaah dalam keadaan sibuk. “Meskipun segala persiapan perjalanan sudah selesai, tapi kalau persiapan ibadahnya tidak maksimal maka akan percuma, artinya manasik itu wajib,” Ujar Gofur. Karena itulah, untuk program wajib manasik, Alhijaz mempunyai program manasik lewat flashdisk, agar jamaah bisa menjalankan manasiknya sendiri. Sebab, di dalam program tersebut sudah sangat jelas dan lengkap, mulai dari proses sampai tata caranya. “Tapi itu hanya untuk jamaah yang sibuk, bukan untuk jamaah biasa. Dan mereka tetap wajib mempelajarinya, karena ketika ingin berangkat, kami pasti akan menanyakannya,” ujarnya. Mengenai fasilitas, sesuai dengan program perjalanan, Alhijaz tidak mau membuat jamaah seperti membeli kucing dalam karung. Maka apa pun yang ditawarkan, harus sesuai dengan apa yang dinikmati di sana. Bahkan, Alhijaz memiliki paket untuk memenuhi keinginan jamaah, mulai dari kelas bawah sampai atas. Dan untuk urusan penginapan, selalu dijelaskan lebih awal. “Kami berusaha terbuka kepada jamaah untuk memberikan penjelasan tentang fasilitas selama menjalankan ibadah di Makkah. Ini sesuai dengan moto kita yaitu Amanah, Kekeluargaan, Keterbukaan dan Mencoba Memberikan Kenyamanan, Kualitas dalam Beribadah,” katanya. Yang terpenting saat menjalankan ibadah, jamaah harus memiliki hati yang ikhlas. ■ Thantri Kesumandari |