|
KETUA Departemen Kominfo DPP Partai Demokrat RM Roy Suryo Notodiprojo menepis tudingan miring yang menilai SBY melindungi orang-orang tertentu dalam kasus perseteruan KPK versus Polri. “Beliau orang yang sangat tahu jalur. Jadi, kalau Pak SBY sudah mengundang Kapolri dan Jagung kemudian mendapat masukan dari keduanya, maka yang berhak melakukan tindakan atau teguran itu kan atasan langsung. Jadi, semua peluru jangan diarahkan ke beliau,” ujar anggota Fraksi PD DPR itu kepada Moh Anshari dari Indonesia Monitor, Jumat (20/11). Soal pencatutan nama Presiden, kenapa itu dibiarkan tak diusut? Itu bukti bahwa Presiden orang yang sangat legowo dan baik hati. Sebenarnya, wanita yang menyebut-nyebut nama Presiden itu ngaco saja. Asal saja dia nyebut-nyebut nama. Tapi faktanya tidak ada. Nah, kenapa tidak dituntut? Menurut saya, lebih banyak mudharat-nya kalau Presiden harus menanggapi soal itu. Masak disebut namanya saja ikut-ikut meramaikan dan menanggapi. Nanti gaduh. Rakyat sudah tahulah kalau itu tidak benar, kecuali kalau pikirannya sudah tidak sehat.
Ada kesan SBY membiarkan Anggodo? Tolong bedakan antara orang yang ketakutan dan orang yang ngerti hukum yang tidak grusa-grusu. Lebih cepat belum tentu lebih baik kalau tidak tepat. Kalau tidak tepat bisa ngawur. Pak SBY orang yang sangat teliti, cermat, dan hatihati. Sayangnya, ketelitian dan kehati-hatian beliau didzalimi orang dan disangka sebagai sikap takut dan ragu-ragu. Saya tahu betul beliau bukan orang yang ragu-ragu dan cermat. Dan ketika harus membentuk sesuatu, beliau masih harus membentuk tim dulu. Itu kehati-hatian beliau. Katanya SBY mau memberantas markus tapi kok tidak cepat diambil tindakan? Apa tidak melihat bahwa upaya keseriusan beliau dengan membentuk Tim 8 setelah sebelumnya menggundang beberapa tokoh. Kemudian rekomendasi Tim 8 ditelaah dan dibahas dengan mengundang Kapolri dan Jaksa Agung. Itu, menurut saya, bukti keseriusan beliau untuk agenda pemberantasan mafia peradilan dan markus itu. Itu Kepala Negara yang luar biasa yang tidak ada duanya. Hasil rekomendasi Tim 8 kok malah dilimpahkan dulu ke Kapolri dan Jagung? Perlu kita perhatikan antara sikap seorang negarawan dan orang yang asal bertindak. Kalau orang yang asal bertindak, bisa saja dia ambil keputusan tapi malah jadi kontroversi dan ramai. Kayak JK dulu ketika mengambil keputusan memberi bantuan di Yogja. Tapi karena itu tidak ada posnya, lalu jadi ramai dan heboh di tengah masyarakat. Maka, SBY memang perlu cermat, apalagi negara kita penuh dengan aturan. Jadi, saya mengerti sikap kehati-hatian beliau, termasuk soal dialihkannya rekomendasi itu karena sikap hati-hati beliau. Menurut Anda, kasus Bibit-Chandra harus dihentikan atau dilanjutkan? Bagi saya tidak ada orang yang seperti malaikat. Kalau kasus Bibit dan Chandra dihentikan, kita tidak bisa menemukan misterinya. Karena kalau tiba-tiba dihentikan kita tidak akan tahu apa yang terjadi di dalamnya. Tapi kalau diteruskan nanti biar di pengadilan yang akan membuktikan ada dan tidaknya dugaan pidana. Justru itu lebih baik. Banyak pihak pesimis SBY mau menyelesaikan kasus Century, karena disinyalir Partai Demokrat ikut kecipratan aliran dana Century. Apa benar? Yang menduga Partai Demokrat menerima aliran dana Century itu sudah salah besar. Itu fitnah yang luar biasa. Mari kita lihat hasil audit dari BPK. Apakah ada aliran dana ke Demokrat. Kemudian, dana Century itu ada beberapa yang diplintir oleh beberapa media dan orang-orang yang menggunakan media untuk kepentingannya. Dana bail out Rp 6,7 triliun itu bukan uang rakyat. Itu uang dari LPS, dan itu dalam bentuk saham. Karena itu tidak ada kerugian negara di situ. Yang paling fatal, diisukan dana itu mengalir ke pembiayaan Partai Demokrat, bahkan ke Ibu Negara. Itu bentuk fitnah. Nanti akan ketahuan dan terbongkar semua yang tidak jujur itu. Kenapa SBY belum juga memberi klarifikasi secara langsung soal isu keterlibatannya menerima dana Century? Karena itu nggak perlu. Buat apa seorang Presiden dengan jabatan tertinggi di Republik ini ikut campur soal ini. Beliau itu orang yang sangat taat azas dan tahu harus melakukan sesuatu. Kalau itu dipandang tidak perlu, beliau tidak akan melakukan itu. Nanti dianggap mengintervensi. Tapi bukan berarti beliau takut menanggapi isu itu. Itu hanya anggapan Anda saja. Saya justru tidak melihat orang lain memandang SBY takut. Beliau nggak takut. ■
 |