Gregetan dengan banyaknya keanehan menjelang Pilpres, Prabowo Subianto angkat bicara. Mantan Danjen Kopassus itu, mengingatkan agar pilpres bisa terselenggara secara jujur dan demokratis. Arah warning itu sudah jelas kepada capres SBY.
‘’Saya ingatkan, jangan ada lagi pihak-pihak yang mau bermain-main lagi dalam pilpres nanti. Kalau kemarin berhasil, jangan sampai berani ulangi. Ingatlah, sepandai-pandai tupai melompat. Pasti akan kesandung, nanti,’’ tegasnya dalam deklarasi KPIT mendukung Mega-Prabowo di TMII, Jakarta Timur, kemarin.
Sepertinya, Prabowo kesal dengan perkembangan politik menjelang pilpres. Misalnya rencana KPU menggerus 69 ribu KPU, sangatlah mencurigakan. Demikian pula ketakutan sejumlah stasiun TV untuk menayangkan iklan politik Mega-Prabowo, diduga bermotif politik.
‘’Saya sendiri sangat sesalkan. Kenapa masih ada oknum-oknum yang anti demokrasi berkeadilan. Padahal, jaman sudah berubah,’’ tegasnya.
Selanjutnya, mantan Danjen Kopassus yang dikenal berjuluk ‘’kosong delapan’’ itu, menyebut adanya konglomerat hitam berada dibalik penolakan iklan Mega-Prabowo. ‘’Saya mendengar adanya konglomerat hitam yang bergerak untuk menghalangi suara rakyat. Sehingga iklan saya ditolak. Kan kan menciderai demokrasi,’’ paparnya.
■ Iwan Purwantono