|
Penempatan dan perlindungan TKI (Tenaga Kerja Indonesia) hingga kini masih belum jelas. Anehnya, dua lembaga pemerintah sama-sama mengklaim memunyai wewenang yang sama. Dampaknya, nasib TKI dan pihak terkait lainnya semakin simpang siur. AKIBAT lambannya penyelesaian konflik antara Kementerian Transmigrasi dan Tenaga Kerja (Kemenakertrans) dengan Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), akhirnya membuat bingung para pelaku usaha penempatan TKI. Karena itulah, Pelaksana Penempatan Tenaga Kerja Indonesia Swasta (PPTKIS) meminta ketegasan pemerintah dalam mengatasi dualisme sistem pelayanan penempatan tenaga kerja di luar negeri. Seharusnya, Presiden SBY segera turun tangan, agar masalah tersebut tidak berlarut-larut. |

|
|
Guna mengantisipasi semakin meningkatnya korban perdagangan manusia (human trafficking), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) diusulkan memiliki paspor khusus yang hanya berlaku pada satu negara tertentu. ADA usul, untuk melindungi TKI dari upaya perdagangan manusia, penggunaan paspor khusus perlu segera direalisasikan. Kini, masalah itu sudah dalam tahap penjajakan oleh Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) untuk disampaikan kepada Kementerian Hukum dan HAM. Diharapkan, TKI yang akan bekerja di negara-negara Timur Tengah bisa bekerja dengan leluasa, tanpa perasaan was-was. Singkatnya, paspor tersebut hanya dapat digunakan untuk satu tujuan negara, tempat calon TKI akan bekerja. |

|
|
PASANG LOWONGAN KERJA dan IKLAN BARIS GRATIS, silakan kirimkan materinya ke email:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , &
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|

|
|
Jumlah permintaan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) semakin meningkat. Untuk itu, BP3TKI diharapkan mampu mengemban tanggungjawab selanjutnya. PERMINTAAN pasar Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri khususnya pada program Government to Government (G to G), semakin meningkat. Situasi ini tentu sangat berbeda bila dibandingkan dengan tahuntahun sebelumnya. Kendala pun muncul, ketika pengelolaan pengiriman dan penempatan TKI dipusatkan di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI). Karena itulah perlu keterlibatan Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI). Tujuannya agar penanganan pengiriman dan penempatan tidak lagi mengalami kendala. “Sekarang (2010) dan ke depan, peran BP3TKI menjadi signifikan. Seiring dengan semakin berkembangnya teknologi informasi, maka peran BP3TKI di dalam proses perekrutan calon TKI program G to G Korea perlu ditingkatkan, di antaranya untuk pendaftaran dan seleksi pelamar yang disertai pengambilan sidik jari dan foto (finger print) dengan online sistem,” ungkap Direktur Pelayanan Penempatan Pemerintah Deputi Bidang Penempatan BNP2TKI, Dr Ir Haposan Saragih M Agr, di depan sekitar 45 peserta Konsinyasi Jejaring Penempatan TKI Program G to G/G to P bertempat di Hotel Puncak Raya, Bogor, Kamis (1/7). |

|
|
PASANG LOWONGAN KERJA dan IKLAN BARIS GRATIS, silakan kirimkan materinya ke email:
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it , &
This e-mail address is being protected from spam bots, you need JavaScript enabled to view it
|

|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>
|