|
AWAS macet, si Komo lewat. Lelucon ini kerap terdengar di kalangan pengguna kendaraan bermotor, tahun 2000-an silam sebagai ungkapan rasa kesal karena terjebak kemacetan arus lalu-lintas gara-gara pejabat lewat . Kini lelucon tersebut sudah lama tidak terdengar. Namun, pertengahan Juli 2010, publik dikejutkan berita baru: jeritan seorang warga yang merasa kesal lantaran iringiringan kendaraan yang mengantarkan SBY ke kediaman pribadi di Cikeas dianggap sering membuat macet arus lalu-lintas. Hendra NS, warga Cibubur, lewat surat pembaca Kompas meminta Presiden SBY menetap di Istana dan tidak bolak-balik ke Cikeas. Ia juga mengkritik sikap Patwal Presiden yang dinilai arogan Tanggapan pun beragam, tentu saja ada yang pro dan kontra. |

|
|
MASIH ingat almarhum Baharuddin Lopa, mantan Jaksa Agung yang dikenal sangat jujur dan anti korupsi? Hingga kini banyak kalangan curiga atas kematiannya yang masih misterius. Udin, wartawan harian Bernas dan sejumlah penggiat anti korupsi yang berusaha mengungkap kasus korupsi juga mengalami nasib serupa: tewas di tangan mafioso koruptor. Pimpinan KPK, Bibit Samad Rianto-Chandra M Hamzah, juga disinyalir menjadi korban mafioso yang dibekingi koruptor. Kasus teranyar, aktivis ICW, Tama Satria Langkung babak belur digebuki sekelompok orang yang diduga atas suruhan koruptor. Sedemikian ‘kuatkah’ koruptor di negeri ini? Polri, di bawah kepemimpinan Bambang Hendarso Danuri yang sukses menggulung teroris di negeri ini, apakah juga mampu mengungkap jaringan mafioso yang telah membunuh dan menganiaya penggiat anti korupsi? |

|
|
KEPOLISIAN Republik Indonesia, Kamis 1 Juli lalu genap 64 tahun, usia yang tak lagi muda. Berbagai tanggapan muncul, utamanya menyangkut kredibilitas Polri dalam penegakan hukum dan upaya membersihkan institusi tersebut dari kasus KKN. Bagaimana sebaiknya kinerja Polri ke depan? Siapa yang pantas menjadi Kapolri? Ada pepatah yang menyebutkan “membersihkan rumah, harus dengan sapu yang bersih pula.’’ Pepatah ini berlaku umum, termasuk untuk Polri. Artinya, sebagai lembaga penegak hukum, anggota Polri tentu harus bersih dari perbuatan-perbuatan yang melanggar hukum. Memang, sebagai institusi yang bertugas menangani berbagai kasus hukum, anggota Polri kerap digoda/tergoda menerima imbalan dari pihak berperkara. Namun semua itu kembali kepada orangnya, mau digoda/tergoda atau tidak? |

|
|
06 July 2010 |
Tabung Maut
|
|
|
|
TABUNG gas elpiji kini lebih mirip bom waktu yang menjadi momok bagi rakyat jelata. Dalam empat bulan terakhir, sudah belasan kali tabung gas ukuran tiga kilogram meledak di sejumlah daerah di Indonesia. Korban yang berjatuhan umumnya rakyat jelata. Katanya untuk menghemat, malah petaka yang didapat. Salah siapa? Di Jabodetabek saja, sejak April hingga Juni, sedikitnya tujuh kali tabung gas meledak yang merenggut delapan orang dan melukai 22 orang. Peristiwa serupa juga terjadi di Medan, Surabaya, Makassar dan beberapa daerah lainnya. Tahun ini tercatat ada 33 kecelakaan tabung gas di seluruh Indonesia. |

|
|
29 June 2010 |
Tong Babi
|
|
|
|
KALAU diibaratkan dengan pertandingan sepakbola dunia, tidak berlebihan bila Partai Golkar disebut mirip tim kesebelasan Argentina yang melegenda. Para pemainnya betul-betul menguasai lapangan hingga lawan-lawannya tak mampu merebut bola dari kaki tim kesebelasan Golkar. Tengok saja manuver-manuver yang dimainkan Golkar. Kasus Bank Century, misalnya. Awalnya galak. Namun belakangan melempem setelah Sri Mulyani lengser dari jabatan Menkeu. Sementara partai lain hanya bisa gigit jari, tak bisa berbuat apa-apa. Kini Golkar ngotot menggolkan program yang mereka sebut “dana aspirasi sebesar Rp 15 miliar kepada setiap anggota DPR untuk “membangun” daerah pemilihannya. Jika usulan disetujui semua anggota DPR, maka pemerintah harus menggelontorkan dana dari APBN sebesar Rp 8,3 trilun pertahun untuk para wakil rakyat. Golkar berkilah, dana tersebut bisa merekatkan hubungan anggota DPR dengan konstituennya. Bahkan Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie mengatakan, “Jika daerah memerlukan pembangunan jalan, jembatan atau fasilitas umum lainnya bisa menggunakan dana aspirasi ini.” |

|
|
|
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>
|